Lamborghini Logo Otomotif: Mobil-Mobil Legendaris Indonesia

Mobil-Mobil Legendaris Indonesia



Sebagai penggemar otomotif, saat masih kecil kita pasti memiliki sejumlah mobil impian. Karena di masa lalu kita belum bisa membeli atau bahkan mengemudikan mobil, impian tersebut pun gagal dijadikan kenyataan.

Meski tidak sempat terealisir, bukan berarti bayangan mobil idaman itu padam. Tak sedikit dari kita yang akhirnya setelah memiliki penghasilan sendiri, memburu mobil yang sempat menjadi idaman di masa muda.

Makanya dalam edisi kali ini kami akan menghadirkan kembali mobil-mobil legendaris di zamannya yang banyak diimpikan Anda sebagai anak-anak pada saat itu. Lihatlah apakah mobil ini layak dibeli untuk memuaskan impian, atau malah membawa kesengsaraan.

Satu hal yang pasti, mereka tidak memiliki patokan harga yang begitu jelas di pasar mobkas. Tentu sebagai mobil legenda, harganya dirumuskan oleh subyektifitas pemilik atau calon pembelinya.
 Honda Civic Estilo  
  • Tahun: 1992-1996
  • Mesin: 1.596 cc 4 silinder, 120 dk
  • Harga: Rp 80-90 juta
(+) : Model timeless, tenaga mesin, pengendalian
( - ): Bagasi kecil, sulit mencari yang orisinal, puli kruk as lemah

Menjadi impian hampir semua anak muda di 90- an. Bukan cuma modelnya menarik, tapi juga inilah Honda Civic pertama di Indonesia yang dilengkapi mesin injeksi. Tenaga 120 dk pun lebih dari cukup untuk menghela si cantik ini.

Jika Anda ingin memilikinya sekarang, benarbenar harus dipastikan orisinalitasnya. Kebanyakan pemilik telah memodifikasi sebelumnya, sehingga mobil ini bisa kehilangan kenyamanan dan daya tahannya.

Perawatan mesin bukan masalah, namun ada beberapa isu karat di bodi yang terjadi pada beberapa pengguna.
 Toyota Corolla GTi
  • Tahun: 1991-1992
  • Mesin: 1.596 cc 4 silinder, 140 dk
  • Harga: Rp 45-60 juta
(+): Suku cadang mesin mudah didapat, tenaga mesin, jok istimewa
(-):  Bentuk kaku, interior, pengendalian

Saat muncul di 1991, GTi merupakan pertama kalinya Corolla menelurkan versi sport di Indonesia. Tenaga 140 dk didapat berkat mesin 4A-GE yang mampu berkitir hampir 8.000 rpm. Mobil ini pun mendapat reputasi sangat baik di arena balap.

Untuk urusan mesin tidak terlalu masalah di mobil ini,karena Anda dapat dengan mudah merekondisi dengan suku cadang limbah.

Apalagi mesin ini memang favorit sehingga banyak yang menjual. GTi juga hadir dengan jok sporty yang menawan, namun sangat mahal ketika rusak. Pastikan saja interior dalam keadaan baik sebelum menebus mobil ini.

 Mitsubishi Eterna GTi 
  • Tahun: 1990-1992
  • Mesin: 1.998 cc 4 silinder, 140 dk
  • Harga: Rp 30-40 juta
(+): Bodi kokoh, kabin nyaman, tenaga, bentuk gagah
( -): ECU bermasalah, bbm boros, suku cadang mahal

Saat kemunculannya, Eterna GTi mendobrak tradisi sedan besar yang cenderung ‘malas’ berlari. Ia dipersenjatai mesin DOHC injeksi bertenaga besar.

Tak heran kalau dulu Eterna disenangi kalangan eksekutif penggemar kecepatan. Bentuknya terlihat menarikdengan bumper depan-belakang lebih gagah dibandingkan model SOHC.

Tapi ia kerap terkendala oleh ECU-nya. Apalagi mobil tahun 1992 sudah termasuk rentan akan usia komponennya. BBM pun terhitung boros meski itu sebanding dengan performanya.

Terakhir, bukan rahasia lagi jika pemilik Mitsubishi sering menderita akan suku cadang mahal, begitu juga dengan Eterna GTi.
 Mazda Astina 
  • Tahun: 1991-1993
  • Mesin: 1.840 cc, 4 silinder, 140 dk
  • Harga: Rp 35-45 juta
(+): Headlamp pop-up, akselerasi, model sporti
( -): Instrumen digital, unit orisinil

Mendengar kata Mazda Astina, orang langsung teringat model headlamp pop-up yang menjadi ciri khasnya. Didukung bentuk bodi sporti dan akselerasi impresif, ia adalah salah satu ikon mobil kencang dari era 90-an.

Tapi mengingat umurnya yang menyentuh 2 dekade, membuat beberapa komponennya sudah masuk masuk ke zona rentan.

Terlebih intrumen digital yang bila rusak akan merepotkan pemiliknya jika ingin dibetulkan. Tambahan lagi, karena bakatnya sebagai mobil kencang, akan sedikit sulit mencari unit orisinil yang belum dimodifikasi oleh pemilik sebelumnya.
 
 BMW M40  
  • Tahun: 1989-1991
  • Mesin: 1.796 cc 4 silinder, 118 dk
  • Harga: Rp 20-45 juta
(+): Model abadi, bodi kokoh, image film ‘Catatan si Boy’
(- ): Akselerasi, spare part mahal, kelistrikan

Bisa jadi, model eksterior M40 yang sederhana namun ikonik adalah alasan utama orang membelinya di era modern ini. Bukannya apa-apa, sebagai sebuah sedan, akselerasinya biasa saja, bahkan termasuk kurang untuk ukuran mesin 1.800 cc.

Tapi legendanya di Indonesia juga ditopang popularitasnya saat ikut bermain di film ‘Catatan si Boy’. Bodinya berat tapi kokoh. Sedangkan kelistrikan kerap menjadi masalah tersendiri bagi mereka yang merawat M40.

 Mercedes-Benz C180 
  • Tahun: 1991-1995
  • Mesin: 1.799 cc 4 silinder, 118 dk
  • Harga: Rp 80-90 juta
(+): Perawatan mudah, model elegan, posisi mengemudi ergonomis
(-):  Ruang kabin sempit, akselerasi, pengendalian

Salah satu Mercy keluaran lama yang modelnya masih terlihat cantik hingga kini adalah C180 W202. Penggemar Mercy sering memanggilnya dengan sebutan ‘Cibo’ karena titel C180 yang merupakan trimnya.

Sebagai entry level, ia dibekali mesin yang tidak luar biasa namun dengan perawatan yang mudah. Ia sering dikeluhkan akselerasinya yang kurang galak, meski berasal dari keluarga Mercy.

Posisi mengemudinya ergonomis, tapi ruang kabin termasuk sempit terutama untuk penumpang belakang.
 Mercedes-Benz C300 CE
  • Tahun: 1986-1992
  • Mesin: 2.962 cc 6 silinder, 228 dk
  • Harga: 95-150 juta
(+): Kupe, torsi berlimpah, perawatan mudah
(-):  Boros, harga masih tinggi, kepraktisan

Memiliki Mercy saja sudah membanggakan, apalagi varian kupe yang melesatkan nilai eksklus i v i tasnya. Itulah benefit yang diraih jika memilikiC300 CE.

Sebagai mobil dengan masa keemasan di era 90-an, teknologi mesin yang diusung belum terlalu rumit jadi memudahkan perawatannya.

Mesin ini juga bertorsi besar sehingga enak dikemudikan. Tapi seperti kebiasaan mobil 2 pintu (kupe), kepraktisannya agak tercemar karena akses masuk ke kabin saja sudah sedikit merepotkan.
 Mitsubishi Lancer Dan Gan 
  • Tahun: 1991-1992
  • Mesin: 1.836 cc 4 silinder DOHC, 140 dk
  • Harga: Rp 35-50 juta
(+):  Akselerasi, kaki-kaki kokoh, onderdil mesin masih banyak
(-):  Agak boros bbm, suku cadang orisinil susah dan mahal

Lancer ‘Hiu’ ini memukau speed goers tahun 90-an dengan akselerasi impresifnya. Ia menjadi kebanggaan Mitsubishi dan punya cerita manis di dunia reli Tanah Air. Ia juga terkenal akan konstruksi kaki-kaki kokoh yang mendukung kelincahannya bermanuver.

Tapi kini Lancer Hiu kerap terkendala akan sulitnya mencari onderdil orisinalnya. Kalaupun ada harganya tak bisa dibilang murah.

Seperti Eterna GTi, kenikmatan saat memacunya mesti ditebus dengan konsumsi bahan bakar yang tidak efisien.

 Jeep Cherokee  
  • Tahun: 1994-2000
  • Mesin: 3.982 cc 6 silinder, 190 dk
  • Harga: Rp 60-200 juta
(+): Tampilan gagah, pride, tenaga mesin, kemampuan off-road
(-):  Boros, fast moving mahal, harga sulit ditebak

Inilah salah satu mobil impian banyak lelaki di Indonesia. Gengsi sebagai mobil Amerika, tenaga mesin buas dan kemampuan off-road membuat daya tariknya tak pernah surut tersapu zaman. Apalagi model eksterior mengotak kian mengentalkan kesan macho.

Tapi, mesin 4.000 cc jelas bukan unit yang efisien meski produksi tenaganya sangat mumpuni untuk aktivitas off-road. Begitu juga harga komponen fast moving yang mahal dan tak ada versi kualitas no. 2 (KW2).

0 komentar:

Poskan Komentar